Ocean Mist

15 Sep 2009

"Anda Puas Beritahu teman, AndaTidak Puas Beritahu Kami" *

Posted by taryana

“Anda Puas Beritahu teman, AndaTidak Puas Beritahu Kami”*

Trip Tangkuban Perahu-Jayagiri-Boscha-Eldorado
9
Sabtu (30/5) kemarin, Bersepeda bersama Taryan, menjamu tamu yang tak suka tanjakan. Perjalanan kali ini menyajikan pengalaman bersepeda dengan teman baru juga kejutan tak terduga di penghujungnya.

Maka, ketika Taryan mengajak saya dua hari sebelumnya,”Abdi teu aya rencang, bah,” ungkap Taryan yang langsung saja saya iyakan. “Hayu lah!” sambut saya dengan semangat.

Rombongan yang akan kami antar, bahkan saya tak tahu jumlahnya berapa. Jika merujuk pada pengalaman Taryan mengantar rombongan Bekasi yang sampai 70 orang, mungkin kami akan sibuk sekali di trip kali ini.

Tapi, sesampainya di UPI, tempat meeting point yang dijanjikan, akhirnya ketahuan bahwa yang berangkat adalah rombongan kecil, enam orang peserta, dua mobil kijang dan dua orang sopir. Hmm, trip ini tampaknya bakal menyenangkan.

Sepeda yang kami bawa pun diangkut, disatukan dengan yang lain dalam satu mobil yang khusus membawa sepeda yang sudah dipreteli dulu. Lalu, sekira pukul delapan, kami meluncur ke Tangkuban Perahu.

Belakangan para peserta kali ini, Iqbalsyah Muhammad, Djodi Prabandhoko, Haykel Michel, Yurivanno Gani, Ryan dan Denni Hidayat, tergabung bersama dalam satu kantor di Asuransi AIA di Jakarta. Mereka tampak akrab sekali satu sama lain. Seperti kebanyakan orang Jakarta yang senang bercanda dan tertawa-tawa. Sebagian tampak mengenakan kaos bertuliskan Robek dengan font mirip Reebok, singkatan dari Rombongan Bekasi.

Oom Haykel sang kepala suku bercerita kalau beberapa dari mereka belum pernah menjajal alam bebas seperti di dataran tinggi Bandung. Sebagian tinggal di Bintaro, BSD dan Bekasi, di mana track yang sering dilalui tak banyak menjanjikan kesenangan. Di Jakarta, menurut dia, tak banyak track yang menantang seperti Bandung utara. Datar-datar saja dan gersang.

Maka, ketidaktahuan selalu memunculkan kesiagaan. Saat unloading sepeda dan bersiap-siap, semua perlengkapan safety pun digunakan. Helm full face dan protector terlihat di sana. Mengantisipasi medan yang belum pernah dijajal.

* * *

Di Tangkuban, setelah berdoa dan briefing, kami melakukan pemanasan dulu. Naik ke kawah ratu dan berfoto-foto di sana. Baru dari sana, turun dan masuk track Jayagiri 2, via Benteng Belanda dan berakhir di Pangkalan Ojeg Lembang.

Tapi, celakanya, turunan selalu saja melenakan. Sebagian besar rombongan malah lurus ketika harus belok di parkiran bus. Saya yang di belakang sebagai tim penyapu pun tak bisa menyusul mereka. Hingga nyaris gerbang dua Tangkuban (yang lebih dekat ke arah Ciater), baru mereka sadari bahwa jalan yang ditempuh bukan jalan yang benar.

Untunglah, haykel sang kepala suku bisa mengontak Budi dan Parno, sopir yang mereka bawa. Akhirnya, empat orang tersesat berhasil dievakuasi dengan mobil. Maka acara tersesat itu memunculkan istilah “Untung Ada Budi.”

Sedang saya yang ikut tersesat, mengikuti saran Taryan, mendapatkan bonus tanjakan dari atas gerbang hingga parkiran bus. Alhamdulillah.

* * *

Perjalanan seperti dimulai dari awal lagi. Terutama setelah masuk track tanah Jayagiri yang tampak rusak oleh motocross. Beberapa kali sepeda harus dituntun dan diangkat. Beberapa tampak kesal karena tak kunjung menemukan apa yang dibayangkan. Hingga akhirnya, single track yang layak gowes setelah pertigaan warung tengah hutan jadi bonus turunan yang menyenangkan.

Sehabis lewat Benteng Belanda dengan pemandangan pinus di kiri kanan bonus turunan pun bertambah. Terlebih dengan view alam Bandung utara begitu memanjakan para tamu dari Jakarta. Kali ini lebih curam dari sebelumnya. Beberapa peserta terjatuh. Tapi saya yang tanpa protector malah terjungkal hingga empat kali, meski tanpa cedera yang serius.

Turunan pun berganti ketika hendak masuk perkampungan penduduk. Kali ini jalan setapak semen yang disambung jalan aspal menanti. Di sini pula Oom Haykel harus mengganti ban dalamnya yang gembos. Di depan, ternyata Djodi malah harus mengakhiri petualangan yang sejatinya dilanjut ke Boscha karena rim yang dia gunakan bengkok.

Keluar Jayagiri, kami beristirahat sebentar di Masjid Agung Lembang, lalu makan siang di RM. Brebes. Sampai jam 3, dari sana kembali pedal off untuk melanjutkan petualangan. Boscha yang berakhir di Eldorado.

Langit sudah tampak hitam ketika sampai di puncak Boscha. Sebentar lagi hujan turun. Kalau hujan turun sebelum Eldorado, tak terbayangkan bagaimana licinnya. Maka, kami pun bergegas. Melahap turunan single track tanah dan rumput yang panjang hingga pertigaan perkampungan yang tembus ke Eldorado. Tepat setelah di sana, hujan turun dengan derasnya. Kami basah kuyup kehujanan.

Karena deras, kami tak jadi ke Pondok Hijau. Berteduh sebentar di rumah seberang Eldorado, Oom Haykel mengontak Budi dan minta dijemput di pom bensin Setiabudhi di atas Ledeng.

* * *

Di Pom bensin rombongan berganti baju yang telah basah, dan kami memutuskan berpisah di sini. Saya dan Taryan menyalami para tamu, ber-say goodbye, juga bertukar telpon. Perjalanan yang menyenangkan buat saya. Mengenal teman-teman baru yang tak suka tanjakan.

Saya dan Taryan turun bersama hingga Geger Kalong. Di jalan, Taryan bilang kalau tamu-tamu dari Jakarta itu berterimakasih dan menyelipkan sesuatu saat salaman. Salam tempel rupanya.

“Abdi dipasihan artos, bah,” katanya. “Janten asa ararisin, kieu, nya!” obrol Taryan. “Muhun nya, asa teu raos,” timpal saya.

Sejujurnya, ini pengalaman baru buat kami. Tak heran, muncul rasa sungkan yang tak biasa.

Taryan yang baik dan rendah hati lalu membagi rasa sungkan itu pada saya. Saya jadi ikut sungkan. “Rejekina Zahra, Bah,” ungkap Taryan saat kami berpisah. Saya tersenyum.

Terima kasih buat teman-teman baru dari Jakarta, untuk apresiasi dan pengalaman baru yang menyenangkan. Padahal semua pesepeda adalah saudara, namun Tuhan memberi rejeki dari jalan yang tak pernah bisa diduga.

Bandung, Suniaraja, 1 Juni 2009.
*) dikutip dari sebuah kedai Baso di Jatinangor sepuluh tahun silam.

Popularity: 12% [?]

Leave a Reply

Message: