Ocean Mist

15 Sep 2009

Warung Bandrek, Petualangan yang terjanjikan

Posted by taryana

Bandung, 20 Desember 2008

bandrek_k

Matahari masih belum bersinar begitu terik sinarnya masih berwarna keemasan, disaat 2 pasang roda sepeda mulai melaju kearah perbukitan bandung utara, Tahura. Di kala sebagian orang lebih memilih tetap berbaring di kasur yang empuk dan berselimut hangat di dinginya pagi, kami sudah basah bercampur keringat memulai perjalanan demi sebuah petualangan yang niscaya akan memperkaya arti sebuah kehidupan. Start dari McD Dago, saya dan Abah memulai petualangan hari ini, menelusuri jalanan aspal dan makadam, mendaki tanjakan putus asa, menikmati view panorama dari dataran atas. Menghirup segarnya udara pagi pegunungan yang belum terkontaminasi oleh pekatnya polusi.

Bunga ilalang yang berwarna putih bergoyang-goyang tersapu angin pagi, disepanjang tanjakan putus asa yang tumbuh begitu subur, diantara biji yang ringan berwarna putih bercampur sedikit coklat tua, angin di musim penghujan telah membawanya ke suatu tempat agar kelak perkembangbiakannya bertebaran dimuka bumi. Bunga ilalang adalah permain popular masa kecil, untuk “menipu” teman biasanya kami menggodanya bahwa batang dibawah bunga ilalang manis seperti sebatang tebu yang sudah dikupas, sehingga ia mencicipinya dan memakannya, dengan secepat kilat tangan ku menarik ujung ilalang itu hingga bunga yang seperti kapas masuk semua di mulutnya. Ini adalah permainan hiburan pengisi waktu luang disaat istirahat bermain bola.

Tanjakan putus asa itu membuat nafas kian sesak dan terasa perih di tenggorokan seiring menipisnya oksigen, detak jantung berdebar makin kencang, gowesan semakin berat, tenaga serasa makin berkurang, Aku ingin cepat-cepat sampai ke warung bandrek. Warung bandrek sudah menjadi pemicu dan membuat aku bersemangat agar tetap sabar dan semangat melaju di tanjakan. Warung itu seakan menjadi magnet bagi kami untuk senantiasa berkunjung ke tempat itu walaupun harus melewat tanjakan yang panjang.

Warung bandrek, sesuai dengan namanya warung ini menjual bandrek dan berbagai anek gorengan, tempat ini pun terkenal di dunia pesepeda gunung, tempat berkumpulnya para biker. Menikmati bandrek susu diudara dingin sebagai penghangat tubuh, bercengkrama dengan kawan-kawan lama, menikmati view kota Bandung di pagi hari nan sejuk dan indah.

Puas menikmati teh manis dan dua buah gorengan hangat, perjalanan kami lanjutkan, kini kami melewati single track, jalan yang menakutkan karena dilapisi oleh akar dan batu. Dijalan ini kami istirahat sambil menunggu abah yang sedang menelepon ambu, sesekali sambil membetulkan rante sepeda yang terlepas karena goncangan yang berulang-ulang. Abah memang perhatian sama ambu disaat-saat bersepeda pun abah sering berhubungan keluarganya. Bahkan abah pun sering bercerita tentang putrinya yaitu Zahra Ilma Zaidan, putri yang diamanahi oleh Alloh kepada abah.

Single track itu menembuskan kami kearah maribaya, kawasan wisata air terjun yang terkenal. Jalan tadi mengarahkan kami ke jembatan penghubung antara tahura dengan maribaya. Di pagi ini sudah banyak pengunjung yang sengaja untuk berolahraga di alam terbuka. Dari jembatan ini, trek dilanjutkan dengan naik kembali ke atas menyusuri jalan bertembok dan tembus ke jalan raya maribaya, dan jalan ini yang akan menuntun kami menuju ke arah pasar lembang.

Setelah melewati pasar lembang kini kami berbelok ke arah kiri, melewati sedikit makadam dan menanjak. Maka habis tanjakan itu kami tiba di area bochsa yaitu area penerpoogan bintang. Dari sini kami akan melewati turunan single track sampai menuju ke arah eldorado yang selanjutnya akan melewati jalan raya sethiabudi. Tetapi kami hanya memotong saja sedikit dan dilanjutkan ke single track lagi yang akan menuju ke Pondok Hijau.

Inilah kawasan surga pesepeda Downhill, tebing yang ditumbuhi oleh rumput ini adalah tempat yang paling asyik untuk dijadikan tempat beramain, Bersepeda, ada yang prosotan, ada yang photo praweding, atau hanya nongkrong di puncak bukit. Disini saya dan abah mengulang naik-turun dengan sepeda sampai kali ketiga.

Setelah jalur ini kita akan melewati pintu gerbang perumahan pondok hijau dan tembus ke gegerkalong. Saya dan abah berpisah disini. Trip kali ini saya rasakan sangat puas.

Siapakah yang tidak dapat mensyukuri keindahan alam ciptaan yang Maha Kuasa?? Hanya orang-orang yang miskin hatinya saja, atau orang-orang yang tidak mau bersyukur atas anugrah yang telah Alloh SWT berikan.

“Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan”

Doakan kami tanggal 2 Januari 2008 kami akan gowes ke Cidaun-ciwidey-Dewata-Wayang Windu.

Taryana Jangkaru, adalah seorang pesepeda gunung, Mahasiswa dan karyawan pers Swasta.

Popularity: 13% [?]

Subscribe to Comments

One Response to “Warung Bandrek, Petualangan yang terjanjikan”

  1. Salam kenal! Gowes ke Jogja, gabung di Klub Gowes Tamantirto…
    Kunjung balik ke blogku… Thanks.

     

    Totok Pranoto

Leave a Reply

Message: