Memilih Akses Point Untuk Jaringan Hotspot/RTRW NET

Writing by admin on Tuesday, 29 of June , 2010 at 6:17 am

Kalau anda sedang menjalankan atau ingin membangun sebuah jaringan hotspot, atau RTRW Net ada hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih dan membeli akses point, umumnya kita selalu tergiur dengan Akses Point yang berdaya pancar besar 1000 Mw/ 1 Watt misalnya atau yang berlabel N wireless tanpa mempertimbangkan kebutuhan dilapangan, apakah untuk point to multipoint atau point to point.

Berdasarkan pengalaman penulis pemilihan akses point sembarangan bisa berakibat fatal, bisa karena daya pancar kurang optimal, tidak sesuai dengan spesifikasi penerima signal, atau melanggar frekuensii yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu maksimal output power 100 Mw pada gelombang 2,4 Ghz. Lalu bagaimana agar sesuai dengan yang kita butuhkan?

Jika anda ingin membuat jaringan hotspot sesuaikan dulu dengan kondisi lapangan misalnya dengan radius 1 km maka bisa menggunakan AP dengan daya output dibawah 100Mw – 250mw  dengan antenna omni 12 dbi atau 15 dbi,  karena umumnya penerima hanya bisa mengakses jarak sekitar 500 meter saja, kecuali jika client memakai antenna outdor seperti grid, antena kaleng atau usb wireless yang diperpanjang dengan kabel UTP.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah fitur keamanan yang terpasang pada Akses point, pada jaringan point to point biasanya menggunakan fitur keamanan wep, wpa dan wpa2, akan tetapi sangat berbeda jika kita menggunakan fitur point to multipoint dimana biasanya tanpa security dan user tidak mau direpotkan jika harus memasukan key setiap melakukan koneksi ke jaringan, biasanya fitur keamanan akses point akan di non aktifkan diganti dengan autentikasi dari router os, mikrotik misalnya.

Berlanjut dari masalah diatas, pada masalah point to multipoint akses point berfungsi seperti switch di jaringan LAN sehingga antar client bisa berkomunikasi. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kendala dalam jaringan hotspot, rawan penularan virus, pencurian data atau yang paling menyebalkan, user jahil yang menggunakan netcut aplikasi si pemutus jaringan.

Nah untuk meminimalkan resiko diatas perlu diaktifkan User Isolation dimana berfungsi melakukan block antara client dan client, dengan cara seperti ini kendala-kendala seperti diutarakan diatas bisa di minimalkan dan akan terasa kualitas jaringan akan lebih cepat karena hanya terjadi komunikasi antara client dan server saja melalui akses point.

Kesimpulan:
Akses point yang dipilih haruslah sesuai dengan kubutuhan dengan fitur keamanan yang optimal bukan maksimal, karena walau pun fiturnya banyak tapi kalau tidak diperlukan kan menjadi mubazir.

Lampiran; Berikut adalah akses point yang mendukung fitur Layer 2 User Isolation yang penulis ketahui

Bullet HP, Linksys WAP45x dengan update firmware DDWRT, SMC, Air Point, TP-Link.

Demikian Pengalaman yang bisa dishare,

Mode Client Isolation Akses Point merk Bullet

Mode AP Isolation Akses Point Merek TP-Link

Mode Block Client Akses Point Merk Air Point Pro Total

Popularity: 43% [?]

Comments (1)

Category: Networking, mikrotik

1 Comment
Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sekapur Sirih

Blog ini hanyalah catatan teknis yang diambil dari masalah yang dihadapi dan cara penyelesaiannya, berisi kutipan, editan, atau hasil experimen pribadi yang hasilnya ditujukan untuk diri pribadi khususnya dan kepada umum sebagai catatan tangan untuk mengingatkan jika suatau waktu lupa atau membutuhkannya, semoga membantu. Salam taryan
YM :