29 Jun 2010
Memilih Akses Point Untuk Jaringan Hotspot/RTRW NET
Kalau anda sedang menjalankan atau ingin membangun sebuah jaringan hotspot, atau RTRW Net ada hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih dan membeli akses point, umumnya kita selalu tergiur dengan Akses Point yang berdaya pancar besar 1000 Mw/ 1 Watt misalnya atau yang berlabel N wireless tanpa mempertimbangkan kebutuhan dilapangan, apakah untuk point to multipoint atau point to point.
Berdasarkan pengalaman penulis pemilihan akses point sembarangan bisa berakibat fatal, bisa karena daya pancar kurang optimal, tidak sesuai dengan spesifikasi penerima signal, atau melanggar frekuensii yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu maksimal output power 100 Mw pada gelombang 2,4 Ghz. Lalu bagaimana agar sesuai dengan yang kita butuhkan?
Jika anda ingin membuat jaringan hotspot sesuaikan dulu dengan kondisi lapangan misalnya dengan radius 1 km maka bisa menggunakan AP dengan daya output dibawah 100Mw – 250mw dengan antenna omni 12 dbi atau 15 dbi, karena umumnya penerima hanya bisa mengakses jarak sekitar 500 meter saja, kecuali jika client memakai antenna outdor seperti grid, antena kaleng atau usb wireless yang diperpanjang dengan kabel UTP.
Pemilihan antena serta memadukannya dengan akses point merupakan hal yang paling utama, siapakah sasarannya, dan jangkauan yang didapat. jika kebutuhan untuk point to multipoint, sebaiknya menggunakan ap yang sensitifitasnya bagus, walau sinyal kecil tapi laptop mudah terkoneksi. antena rekomendasi penulis adalah omni slotted 15 dbi. dan untuk akses pointnya bisa mencoba bulletm2hp atau linksys wrt54gl. perlu diperhatikan untuk diakses oleh laptop dilingkungan perumahan atau kost-kostan, tidak memerlukan power yang besar, tapi stabilitas serta sensitifitas akses point agar mudah terkoneksi.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah fitur keamanan yang terpasang pada Akses point, pada jaringan point to point biasanya menggunakan fitur keamanan wep, wpa dan wpa2, akan tetapi sangat berbeda jika kita menggunakan fitur point to multipoint dimana biasanya tanpa security dan user tidak mau direpotkan jika harus memasukan key setiap melakukan koneksi ke jaringan, biasanya fitur keamanan akses point akan di non aktifkan diganti dengan autentikasi dari router os, mikrotik misalnya.
Berlanjut dari masalah diatas, pada masalah point to multipoint akses point berfungsi seperti switch di jaringan LAN sehingga antar client bisa berkomunikasi. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kendala dalam jaringan hotspot, rawan penularan virus, pencurian data atau yang paling menyebalkan, user jahil yang menggunakan netcut aplikasi si pemutus jaringan.
Nah untuk meminimalkan resiko diatas perlu diaktifkan User Isolation dimana berfungsi melakukan block antara client dan client, dengan cara seperti ini kendala-kendala seperti diutarakan diatas bisa di minimalkan dan akan terasa kualitas jaringan akan lebih cepat karena hanya terjadi komunikasi antara client dan server saja melalui akses point.
Kesimpulan:
Akses point yang dipilih haruslah sesuai dengan kubutuhan dengan fitur keamanan yang optimal bukan maksimal, karena walau pun fiturnya banyak tapi kalau tidak diperlukan kan menjadi mubazir. Sensitivitas radio juga perlu diperhatikan, rekomendasi bisa dicoba linksys WRT54gl, Keluarga Ubiquity seperti bullet, nano station, atau pico station dan keluarga senao. power cukup diset 100 mw saja.
Lampiran; Berikut adalah akses point yang mendukung fitur Layer 2 User Isolation yang penulis ketahui
UBNT Bullet , Linksys family, dengan update firmware DDWRT, SMC, Air Point, TP-Link, Senao.
Untuk penggunaan SOHO, okelah merk TP-link bisa diandalkan, akan tetapi ada harga ada kualitas
berikut sebagai perbandingan harga antar merek dengan kemampuan yang tidak jauh berbeda
TP-link WA5210G + internal antena 12 db = 500 rb (tidak bisa dipasang antena external, karena cacat hardware)
Senao EOC 2610 + internal antena 10 db= 850 rb (akses point long range)
Bullet M2HP = 755 rb (praktis, tidak perul pakai pigtail, memory dan prosesor tinggi)
Linksys WRT54GL = 575 rb (sensitivitasnya sangat bagus, untuk penggunaan outdor harus pakai box)
Demikian Pengalaman yang bisa dishare,
Mode Client Isolation Akses Point merk Bullet
Mode AP Isolation Akses Point Merek TP-Link
Mode Block Client Akses Point Merk Air Point Pro Total
Popularity: 48% [?]



[...] baca juga http://taryan.web.id/2010/06/memilih-akses-point-untuk-jaringan-hotspotrtrw-net/ [...]
taryan, linux, networking, mikrotik, and wireless also » Mencegah (Netcut) Hacking Jaringan RTRW-NET/Hotspot dengan teknik sederhana
June 29th, 2010 at 7:45 ampermalink
Saya ada rencana untuk membangun hotspot di sebuah alun2. Rencananya pakai mikrotik untuk hotspotnya sedangkan untuk AP saya masih bingung,, apakah tipe2 diatas bisa sebagai repeater sekaligus AP??? Kalo bisa yang paling bagus yg mana ya?? trims
www.djafa.org
May 26th, 2011 at 8:53 ampermalink
Berdasarkan pengalaman dilapangan, bisa menggunakan ap Bullet m2p, eoc 2611p, atau linksys wrt54gl dengan tomato.
Taryan
May 27th, 2011 at 11:06 pmpermalink
salam kenal, saya butuh tutorial membuat antena kaleng. mau coba-coba buat barangkali agan punya..trim’s infonya
barracuda
October 31st, 2011 at 2:08 ampermalink